"Almost Is Never Enough"
(with Nathan Sykes)
I'd like to say we gave it a try
I'd like to blame it all on life
Maybe we just weren't right, but that's a lie, that's a lie
And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows
Almost, almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each other's arms
And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough
If I could change the world overnight
There'd be no such thing as goodbye
You'd be standing right where you were
And we'd get the chance we deserve
Try to deny it as much as you want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows
Almost, almost is never enough
We were so close to being in love
If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each other's arms
And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough
Oh, oh baby, you know, you know, baby
Almost, baby, is never enough, baby
You know
And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show
'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows
Almost, almost is never enough (is never enough, babe)
We were so close to being in love (so close)
If I would have known that you wanted me the way I wanted you (babe)
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each other's arms
And we almost, we almost knew what love was (baby)
But almost is never enough
Oh, oh baby, you know, you know, baby
Almost is never enough baby
You know
Jumat, 05 September 2014
Hasil obserfasi di sman 10 samarinda kampus B (SELADA)
Hasil Observasi di SMAN 10 Samarinda
Pemandangan
yang terlihat saat melihat keluar kelas adalah hamparan kebun sayur dan sederet
bangunan yang begitu jelas.
Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa
ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah
sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang
ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.
Lactuca sativa, satu-satunya jenis Lactuca yang
didomestikasi, merupakan tumbuhan asli lembah dari bagian timur Laut Tengah.
Bukti lukisan pada pemakaman Mesir kuno menunjukkan bahwa selada yang tidak
membentuk "kepala" telah ditanam sejak 4500 SM. Awalnya, tanaman ini
mungkn digunakan sebagai obat, dan untuk minyak-bijinya yang dapat dimakan.
Beberapa ras lokal selada, diketahui digunakan untuk diambil minyak-bijinya.
Tipe selada liar sering memiliki daun dan batang yang berduri, tidak membentuk
kepala dan daunnya berasa pahit, serta mengandung banyak getah.
Pemuliaan tanaman ini mungkin ditekankan untuk memperoleh
tanaman yang tidak berduri, lambat berbunga, berbiji besar dan tidak menyebar,
tidak bergetah, dan tidak pahit. Aspek lain meliputi tunas liar lebih sedikit,
daun lebar dan besar, dan membentuk kepala. Selada yang membentuk kepala adalah
tanaman yang dibudidayakan agak lebih kini, yang pertama kali dinamakan sebagai
"selada kubis" pada tahun 1543.
Kelompok budidaya
Ada empat kelompok budidaya selada:
capitata, selada kepala renyah (crisphead, iceberg) dan
kepala mentega (butterhead)
longifolia, selada cos (romaine)
crispa, selada daun longgar
asparagina, selada batang
Selada kepala renyah[
Setelah perkembangan roset awal, daun selanjutnya mulai
tumbuh bertumpang-tindih, dan akhirnya memerangkap daun yang baru terbentuk.
Terus berkembangnya daun yang terperangkap meningkatkan kepadatan kepala;
kepala biasanya berbentuk hampir bulat. Kepala dapat menjadi sangat keras, dan
dengan makin besar, kepala ini dapat pecah. Daun yang terlalu matang menjadi
berasa pahit. Daun-daun bagian dalam yang terlipat ketat menjadi kasar(rugose),
getas dan renyah. Daun terluar biasanya berwarna hijau tua, makin ke dalam
warnanya makin muda. Ketika dipanen, tanaman di lapangan biasanya berbobot
antara 700 dan 1000 g. Selada produksi rumah kaca umumnya jauh lebih kecil.
Daya simpan dan keterangkutan yang baik adalah sifat penting yang dimiliki
selada kepala renyah
Selada kepala mentega
Kultivar kepala mentega, kadang-kadang disebut selada kubis,
lebih banyak ditanam. Kultivar ini lebih disukai konsumen karena aroma dan
daunnya yang lembut. Tanaman kultivar ini lebih kecil, agak lebih gepeng dan menghasilkan
kepala yang kurang padat ketimbang tipe kepala renyah. Daunnya lebar, berlipat
dan lembut, dengan tekstur berminyak lunak. Ada dua tipe utama kultivar ini
yang diproduksi, yaitu tipe hari-netral dengan kepala yang agak padat dan tipe
hari-pendek, menghasilkan kepala kecil dan kurang padat,dan umumnya ditanam
dalam naungan pelindung. Kedua tipe ini mudah tergores sehingga karakteristik
keterangkutan dan daya simpannya tidak baik. Kultivar tipe Batavia memilki
sifat pertengahan antara tanaman kepala renyah dan kepala mentega. Kultivar ini
ditanam baik di lapangan maupun dalam bangunan pelindung.
Selada cos
Kultivar cos,juga disebut sebagai romaine, memiliki daun
memanjang, kasar, dan bertekstur renyah, dengan tulang daun tengah lebar dan
jelas. Daun panjangnya yang agak sempit cenderung tumbuh tegak dan secara
longgar bertumpang-tindih satu sama lain, serta tidak membentuk kepala. Sifat
pascapanennya sama dengan tipe kepala renyah.
Selada daun longgar
Kultivar daun longgar sangat beragam ukuran, sembir, warna,
dan tekstur daunnya. Setiap kultivar memiliki daun yang berkembang dalam kelompok
roset yang ketat. Sebagian memiliki daun lembut dan renyah, sebagian berdaun
halus, sementara yang lainnya di antara keduanya. Penanganan pascapanen selada
jenis ini harus lebih hati-hati karena kelembutan daunnya, umur simpannya agak
pendek, walaupun lebih baik daripada tipe kepala mentega, bahkan dengan
pendinginan dan penanganan yang baik sekalipun.
Nilai gizi dan manfaat
Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor,
besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium, sehingga selada
mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh. Kulit luar yang
hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit merupakan
obat penderita insomnia.
Fakta selada
Sejumput selada segar dan mentah yang ada burger atau salah
mungkin terasa cepat sekali masuk ke tubuh. Namun jangan remehkan manfaatnya.
Daun selada penuh dengan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Dalam
hal tertentu, selada bisa dipakai untuk terapi.
Misalnya makan selada secara
teratur dapat memperbaiki kualitas tidur.
selada memiliki berbagai keistimewaan
lainnya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Kebanyakan selada memiliki kalori yang rendah. Sehingga,
selada baik untuk mereka yang membutuhkan banyak serat dalam mendukung program
diet. Selada juga diketahui kaya denga senyawa kolin.
Serat pada selada dapat memperbaiki fungsi pencernaan.
Masalah pencernaan seperti sembelit dapat dicegah dengan mengonsumsinya secara
rutin.
Pada sebuah menu salad sayuran, selada adalah salah satu
sayuran yang memiliki nutrisi cukup tinggi. Rasanya juga cukup segar saat
disantap.
Makan selada membantu seseorang seperti kena induksi zat
tidur. Dia mudah terlelap dan terhindari dari insomnia.
Selada yang baik adalah yang berwarna lebih gelap. Di situ
terdapat kandungan beta karoten yang tinggi. Senyawa ini bertindak sebagai
antioksidan yang akan menangkal pengaruh buruk dari radikal bebas seperti
kanker, penyait jantung, dan katarak. Dengan makan 100 gram selada, sudah
memberikan tubuh sebanyak 247 persen asupan harian vitamin A yang
direkomendasikan. Dan, memenuhi pula hingga 4443 persen asupan harian beta
karoten yang disarankan. Beta karoten akan diubah ke vitamin A dalam tubuh.
Selada kaya dengan vitamin K untuk membantu meningkatkan massa
tulang dan mempromosikan aktivitas osteotrophic dalam tulang.
Sayuran ini kaya dengan besi, kalsium, mangan, dan kalium.
Dan, beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan mengonsumsi selada adalah
osteoporosis, anemia karena kekurangan zat besi, penyakit jantung,
penyakit Alzheimer, dan kanker .
Langganan:
Postingan (Atom)